Popular Posts

Instagram

Blog Top Sites

website focuz photo studio

multiply

follow tweet kita juga ya

follow

Statistik

Search

Alexa Rank

Photography

Follow us

visitor

free counters

google translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

page rank

tukeran banner

Photobucket

videography

wedding & pre wedding

Poll

banner teman

Google+ Followers

Powered by Blogger.

Search This Blog

SMS GRATIS

Featured

virtapay

Popular Posts

SUBSCRIBE

About me

Contact Us

Name

Email *

Message *

Subscribe

Pages

Tes Pra Nikah

Tes Pra Nikah

Tagged Under :

Belum begitu banyaknya calon pengantin yang sadar untuk menjalani tes pra nikah karena beredarnya stigma klise “mau menerima pasanagan apa adanya”. Alasan lain yang sering diutarakan adalah mahalnya biaya tes (padahal anda mau dan mampu untuk melaksanakan pesta yang meriah), nggak punya waktu sampai ketakutan apabila nantinya ada masalah, calon pasangan akan meninggalkannya. Padahal hanya sedikit dimana ketika calon pengantin menjalani tes pra nikah dan ditemukan masalah kemudian mereka akan berpisah. Sedangkan ada beberapa kasus dimana pasangan yang tidak menjalani tes pra nikah akhirnya malah menemukan masalah serius ketika telah menikah, seperti adanya laporan seorang ibu yang mengalami obesitas meninggal saat melahirkan karena dia langsung hamil sesaat setelah menikah. Ada lagi laporan dimana sang suami tidak dapat melakukan hubungan suami istri dikarenakan adanya suatu penyakit tertentu, padalah keluarga kedua belah pihak terus-menerus menuntut adanya keturunan. Seharusnya kasus-kasus seperti ini dapat diminimalisasi bila sebelumnya sang pengantin menjalani tes pra nikah.
Tes pra nikah diliat dari benefitnya, harga dan sedikit waktu tidaklah ada artinya. Tes ini sebaiknya dilakukan 6 bulan sebelum dilaksanakannya pernikahan. Agar bila nantinya ditemukan adanya masalah, calon pengantin dapat melakukan terapi dan telah selesai sebelum hari H tiba. Ada beberapa tes yang mencangkup tes pra nikah.
* Tes Rhesus Darah
Kita orang asia memiliki rhesus positif pada umumnya dan rhesus negatif biasanya dimiliki oleh orang eropa. Banyaknya perkawinan antar ras yang belakangan terjadi menjadikan tes ini penting untuk dilakukan. Persilangan kedua rhesus dapat mengakibatkan keguguran berulang-ulang dikarenakan sel darah kita akan memakan sel darah janin.
* Torch
Tes ini khusus untuk calon pengantin wanita dimana bertujuan untuk mengetahui apakah kita memiliki bawaan virus toxoplasma, rubella, cytomegalo atau herpes. Virus-virus ini tidak berdampak pada kita tapi berdampak pada calon bayi kita nanti. Tes Torch di Indonesia masih relatif mahal, umumnya masih didahulukan tes toxoplasma dulu karena kasus rubella dan cytomegalo mesih jarang ditemukan di Indonesia.
* Tes Kesuburan
Buat cewek, tes yang dilakukan adalah tes kemampuan berovulasi (mengeluarkan sel telur). Sedangkan buat cowok adalah tes sperma, untuk mengetahui kualitas dan kuantitas spermanya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil dari tes yaitu keadaan rahim, keadaan psikologis dan gaya hidup.
Selain tes-tes diatas bisanya tes pra nikah juga dibarengi dengan tes darah, urin , gula darah dan hepatitis. Tentunya lebih baik mengantisipasi daripada menyesal belakangan karena pasangan anda merasa dibohongi. Bukankah jujur didalam suatu pernikahan itu adalah penting?!
Jika hasil tes anda tidak sesuai dengan harapan anda. Misalnya salah satu dari anda ada yang mandul. Keputusan mutlak ada di tangan anda bedua, apakah tetap meneruskan pernikahan dan siap menanggung akibatnya atau malah sebaliknya : membatalkan pernikahan. Sebaiknya anda menunjuk orang ketiga yang netral seperti penasehat pernikahan atau tokoh pemuka agama anda untuk memberikan pandangan kepada anda. Jangan mengikuti emosi dan perasaan. Pastikan kita telah mempertimbangkan secara matang untung-ruginya.
< >