Popular Posts

Instagram

Blog Top Sites

website focuz photo studio

multiply

follow tweet kita juga ya

follow

Statistik

Search

Alexa Rank

Photography

Follow us

visitor

free counters

google translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

page rank

tukeran banner

Photobucket

videography

wedding & pre wedding

Poll

banner teman

Google+ Followers

Powered by Blogger.

Search This Blog

SMS GRATIS

Featured

virtapay

Popular Posts

SUBSCRIBE

About me

Contact Us

Name

Email *

Message *

Subscribe

Pages

TIPS DAN TRIK MEMOTRET OBJEK DENGAN BACKGROUND LANGIT BIRU CERAH

Saat memotret di luar ruangan, kadang kita tergoda, gambar orang / dengan objek langit biru sebagai latar belakang atau background. Biasanya, kondisi ini dapat di peroleh pada saat jam 10 siang saat cuaca cerah. Tapi biasanya hasil yang diinginkan tidak seperti yang diharapkan, misalnya, objek gambar menjadi siluet atau langit latar belakang putih (over).


Hal ini terjadi karena light meter kita tertipu oleh kondisi pencahayaan yang sulit, latar belakang terlalu terang (langit biru terang), sedangkan objek lebih gelap dari langit latar belakang. Jadi, jika kita melakukan metering ke langit, objek menjadi siluet, sedangkan jika kita melakukan metering ke objek langit jadi terlihat putih


Kondisi ini dapat diatasi dengan penggunaan lampu kilat atau flash. Tujuannya agar objek dan latar belakang terlihat jelas (tidak lebih atau siluet). Berikut adalah langkah-langkah pemotretannya:

1. Atur sudut / angle dan komposisi foto yang akan dibuat.
2. Gunakan modus manual kamera.
3. aktifkan atau gunakan lampu flash


4. Aturlah shuter speed yang aman agar kamera stabil (tidak goyang), biasanya saya mengatur shuter speed, 1/ISO atau 1/focal length lensa.

5. Lakukan metering ke langit, kemudian atur aperture sehingga indicator lightmeter kamera menunjukan exprosure yang under (bisa ½ ,1, atau malah 2 stop), biasanya dengan cara mengecilkan aperture,  lalu atur focus.

6. Terakhir, pencet shuter kamera anda.  



Teknik diatas terkadang memunculkan error berupa obyek yang difoto sedikit over. Hal ini bisa diatasi dengan mengecilkan aperture kamera dan menurunkan intensitas lampu flash. Jarak pemotretan dengan objek juga perlu diperhatikan dalam teknik ini. Jika menggunakan flash internal (GN 12-15), maka jarak pemotretan antara kamera dan obyek tidak boleh  terlalu jauh (1-2 meter), sedangkan jika menggunakan flash external dengan GN yang lebih besar, maka jarak pemotretan boleh lebih jauh.
Berikut ini beberapa hasil negatif foto dari teknik diatas. Pemotretan dilakukan di tempat terbuka sekitar jam 11 siang. Kamera yang digunakan adalah nikon d70 dengan mode manual, output flash=full.
   F/8  1/400  ISO 100  
  F/8  1/400  ISO 100
 
 F/8  1/400  ISO 100
 
Sekian sharing pengalaman dari saya, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat, jika ada yang kurang berkenan, mohon dimaafkan. tinggalin koment ya ^_^


Terima Kasih.


< >